Garut, 4 Desember 2025 — Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut (FKWU UNIGA) menjadi tuan rumah dalam sebuah kegiatan pertukaran informasi dan studi bersama yang penuh makna. Delegasi dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia dan KWU (Program Kewirausahaan) hadir langsung ke Mini Auditorium Fakultas Kewirausahaan UNIGA untuk melakukan sesi sharing knowledge antar institusi dalam bidang pendidikan kewirausahaan. Momen ini sekaligus menjadi panggung bagi mahasiswa FKWU UNIGA untuk unjuk gigi melalui sesi pitching produk bisnis unggulan mereka.
Mengenal UPSI Malaysia: Institusi Pendidikan Bersejarah
Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) adalah universitas pendidikan publik terkemuka di Malaysia yang berlokasi di Tanjung Malim, Perak Darul Ridzuan. UPSI memiliki dua kampus utama, yaitu Kampus Sultan Abdul Jalil Shah (KSAJS) dan Kampus Sultan Azlan Shah (KSAH). ISEP Study Abroad Dengan sejarah panjang sejak tahun 1922 sebagai Sultan Idris Training College, UPSI kini telah meraih posisi sebagai universitas pendidikan terkemuka di Malaysia dengan pengakuan internasional, menempati peringkat kedelapan terbaik di negaranya dan ke-801 secara global menurut Times Higher Education. Wikipedia
Di bawah Faculty of Management and Economics (FPE), UPSI mengembangkan kurikulum yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri terkini, mengintegrasikan fondasi teoretis dengan aplikasi praktis melalui studi kasus, proyek, eksposur industri, dan pembelajaran berbasis pengalaman — memastikan lulusan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap dalam bidang manajemen, ekonomi, akuntansi, dan kewirausahaan. UPSI
Sharing Knowledge: Belajar Bersama, Tumbuh Bersama
Kegiatan ini diselenggarakan dalam format pertukaran pengetahuan (knowledge exchange) yang hangat dan kolaboratif di Mini Auditorium Fakultas Kewirausahaan UNIGA. Dalam sesi ini, kedua pihak — delegasi UPSI Malaysia dan KWU bersama civitas akademika FKWU UNIGA — saling berbagi tentang pendekatan, model kurikulum, praktik baik, serta tantangan masing-masing dalam mengembangkan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi.
Diskusi menyentuh berbagai aspek penting dalam ekosistem pendidikan kewirausahaan, mulai dari bagaimana cara mendorong minat berwirausaha di kalangan mahasiswa, model pembelajaran berbasis proyek nyata, strategi menghubungkan kampus dengan dunia industri, hingga upaya membangun ekosistem wirausaha yang berkelanjutan. Pertemuan ini menjadi ruang yang memperkaya wawasan kedua belah pihak — UPSI dan KWU membawa perspektif segar tentang pendidikan kewirausahaan dari Malaysia, sementara FKWU UNIGA berbagi pengalaman mengembangkan pendidikan kewirausahaan yang berakar kuat pada potensi lokal Garut dan Jawa Barat.
Pitching Produk Mahasiswa: Dari Ide Menjadi Bisnis Nyata
Salah satu puncak dari kegiatan ini adalah sesi pitching produk bisnis mahasiswa yang disaksikan langsung oleh delegasi UPSI Malaysia dan KWU. Mahasiswa Fakultas Kewirausahaan UNIGA tampil percaya diri mempresentasikan ide dan produk usaha mereka, membuktikan bahwa pembelajaran di FKWU UNIGA tidak berhenti di teori, melainkan melahirkan wirausahawan muda yang siap bersaing. Dua produk unggulan yang dipitching dalam kesempatan ini adalah:
Gosok Keliling (Gokil Garut) — Jasa Setrika Keliling Pertama di Garut
Gosok Keliling, atau yang lebih dikenal dengan nama Gokil Garut (singkatan dari Gosok Kiling), adalah bisnis jasa setrika keliling yang hadir sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk menyetrika pakaian sendiri. Dengan konsep layanan yang mendatangi langsung rumah pelanggan (door-to-door), Gosok Keliling menawarkan kemudahan dengan tagline yang sederhana namun kuat: satset, hemat, harum — dengan tarif terjangkau per kilogram pakaian.
Bisnis ini merupakan inovasi model layanan berbasis jasa yang memanfaatkan kebutuhan sehari-hari masyarakat urban dan semi-urban. Di balik kesederhanaannya, Gosok Keliling menerapkan prinsip-prinsip wirausaha yang solid: identifikasi masalah nyata di masyarakat, solusi praktis yang mudah diakses, penetapan harga yang kompetitif, serta pemanfaatan media sosial untuk membangun kesadaran merek. Keberanian mahasiswa FKWU UNIGA membangun bisnis jasa yang belum pernah ada sebelumnya di Garut ini menjadi bukti semangat inovasi yang terus dipupuk oleh fakultas.
BANGGA — Bawang Goreng Garut, Kebanggaan Lokal Berkelas
BANGGA (Bawang Goreng Garut) adalah produk inovatif olahan bawang merah lokal khas Garut yang dikemas secara modern dan hadir dalam berbagai varian rasa. Tim mahasiswa FKWU UNIGA yang mengusung produk BANGGA terdiri dari Agung Cahya Maulana (Ketua Tim sekaligus Project Manager & Production Lead), Hasna Aisyah Salsabila (Brand & Product Development Manager), dan Rina Sifa Nuraeni (Head of Finance and Partnership). Produk ini tidak hanya berfokus pada cita rasa yang khas, tetapi juga mengusung misi pemberdayaan petani bawang merah lokal serta pengembangan UMKM di wilayah Garut. Uniga
Hasna Aisyah Salsabila menegaskan bahwa strategi branding menjadi kunci untuk mengenalkan BANGGA kepada konsumen: “Kami ingin BANGGA tidak hanya menjadi produk kuliner, tetapi juga identitas kebanggaan Garut yang bisa dibawa ke mana saja.” Uniga Komitmen terhadap keberlanjutan bisnis pun menjadi perhatian utama tim, dengan rencana menjalin kemitraan strategis bersama petani, pelaku UMKM, dan berbagai pihak lainnya. Produk BANGGA bahkan telah berhasil lolos seleksi ketat Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek — sebuah pencapaian yang membuktikan kualitas dan potensi bisnis ini di tingkat nasional.
Lebih dari Kunjungan Biasa
Kegiatan sharing knowledge bersama UPSI Malaysia dan KWU ini bukan sekadar kunjungan formal. Ini adalah pertemuan dua dunia pendidikan kewirausahaan dari negara yang berbeda — dengan konteks, tantangan, dan pendekatan yang berbeda pula — yang bersepakat untuk saling belajar dan saling memperkuat.
Bagi mahasiswa FKWU UNIGA, tampil pitching di hadapan delegasi internasional adalah pengalaman yang tak ternilai. Mereka berlatih menyampaikan ide bisnis dengan percaya diri, menjawab pertanyaan kritis, dan memperkuat keyakinan bahwa produk yang lahir dari potensi lokal Garut mampu menarik perhatian dan apresiasi dari mitra mancanegara.
Kegiatan ini menjadi cerminan nyata dari visi Fakultas Kewirausahaan UNIGA: melahirkan wirausahawan muda yang tidak hanya tangguh di pasar lokal, tetapi juga percaya diri melangkah ke panggung internasional.




