Fakultas Kewirausahaan UNIGA Lakukan Benchmarking ke SBM ITB

Bandung, 23 September 2025 — Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola program studi, Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut (FKWU UNIGA) melaksanakan kegiatan Benchmarking/Study Banding ke School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) pada Selasa, 23 September 2025. Kunjungan ini menjadi langkah strategis FKWU UNIGA dalam mempelajari praktik terbaik (best practices) dari salah satu sekolah bisnis dan manajemen paling bergengsi di Indonesia, sekaligus memperkuat visi untuk mewujudkan pendidikan kewirausahaan yang unggul dan berdampak nyata.


Mengenal SBM ITB

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung didirikan pada tanggal 31 Desember 2003, dan berperan aktif sebagai pusat pengembangan teknopreneur di Indonesia. SBM ITB Sejak berdirinya, SBM ITB telah mengukuhkan diri sebagai institusi pendidikan bisnis yang tidak hanya unggul di level nasional, tetapi juga diakui secara internasional.

SBM ITB menjadi salah satu dari sedikit sekolah di dunia — kurang dari 6% — yang berhasil memperoleh akreditasi dari AACSB (The Association to Advance Collegiate Schools of Business) di tahun 2021. AACSB adalah lembaga akreditasi sekolah bisnis tertua di dunia yang berbasis di Amerika Serikat, yang hanya memberikan akreditasi bagi sekolah bisnis yang terbukti unggul di semua hal, termasuk pengajaran, pengembangan kurikulum, penelitian, hingga proses belajar mahasiswa. Ruangguru

SBM ITB juga masuk dalam peringkat Top 251-300 universitas dunia dalam subjek Business and Management Studies menurut QS World University Ranking, serta meraih predikat Three Palms of Excellence dari Eduniversal Business School Ranking — penghargaan untuk sekolah bisnis yang memiliki pengaruh internasional yang kuat. Rennes-sb

Dalam bidang kewirausahaan secara khusus, SBM ITB mendirikan program studi Sarjana Kewirausahaan pada tahun 2012 Ruangguru, dan kini menjadi salah satu program kewirausahaan paling diakui di Indonesia. Program Studi Sarjana Kewirausahaan SBM ITB telah mendapatkan peringkat akreditasi A oleh BAN-PT, serta akreditasi internasional dari AACSB dan ABEST21. Institut Teknologi Bandung


Filosofi Pendidikan SBM ITB yang Menjadi Rujukan

Sistem pendidikan SBM ITB bertujuan mendidik pelajar untuk menjadi pemimpin yang inovatif dan memiliki pola pikir kewirausahaan, serta mengembangkan pengetahuan bisnis dan manajemen untuk kemajuan dunia bisnis, pemerintahan, dan masyarakat. Misinya adalah melahirkan para profesional manajemen kelas dunia yang mampu bersaing di era kemajuan teknologi, globalisasi sosial, ekonomi, dan budaya, serta percepatan komunikasi. SBM ITB

Salah satu keunggulan khas SBM ITB yang menjadi perhatian dalam kegiatan benchmarking ini adalah pendekatannya yang sangat aplikatif dalam pembelajaran. Program Sarjana Kewirausahaan SBM ITB menempatkan mahasiswa dalam ekosistem pembelajaran aktif, di mana mereka secara proaktif menciptakan peluang mereka sendiri untuk meningkatkan pembelajaran dan menerapkannya pada bisnis yang mereka kelola selama masa studi. SBM ITB

Salah satu mata kuliah ikonik SBM ITB yang sangat relevan untuk dijadikan referensi adalah Integrated Business Experience (IBE). Dalam mata kuliah IBE, mahasiswa mencoba untuk menjalankan bisnis sendiri menggunakan modal pinjaman dari bank. Mereka bertugas membuat proposal peminjaman dan menyiapkan jaminan ke bank. Bank akan menyetujui pinjaman apabila usaha yang dirancang dianggap layak untuk dijalankan. Untuk menjalankan ide bisnis dengan mulus, mahasiswa harus mengimplementasikan berbagai ilmu yang sudah dipelajari seperti manajemen operasional, hukum bisnis, teknologi informasi, dan sebagainya. Apabila bisnisnya berjalan lancar dan sukses, keuntungan akan digunakan untuk kegiatan sosial. Ruangguru

Untuk membangun keunggulan kompetitif bisnis mahasiswa, SBM ITB mendorong kolaborasi lintas disiplin dengan jurusan lain di ITB, dari STEM hingga seni dan desain — karena hal ini diyakini akan memicu inovasi yang luar biasa. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan inkubator bisnis dan laboratorium bisnis SBM ITB untuk memperoleh jaringan dan saran praktis terbaik dari para pakar dan pemangku kepentingan industri. SBM ITB


Apa yang Dipelajari dalam Benchmarking ini?

Kegiatan benchmarking ke SBM ITB memberikan kesempatan bagi Fakultas Kewirausahaan UNIGA untuk menggali secara langsung berbagai aspek yang menjadikan SBM ITB unggul dalam pendidikan kewirausahaan. Beberapa dimensi utama yang menjadi fokus pembelajaran antara lain:

Pertama, model kurikulum berbasis praktik dan kolaborasi lintas disiplin — bagaimana SBM ITB merancang kurikulum yang memadukan teori dengan pengalaman bisnis nyata, termasuk konsep IBE yang menempatkan mahasiswa sebagai pelaku bisnis sesungguhnya sejak bangku kuliah.

Kedua, ekosistem kewirausahaan kampus — bagaimana inkubator bisnis, laboratorium bisnis, dan jaringan alumni SBM ITB dibangun secara sistematis untuk mendukung mahasiswa dalam mengembangkan dan mengakselerasi bisnis mereka.

Ketiga, standar akreditasi internasional — memahami perjalanan SBM ITB dalam meraih akreditasi AACSB dan ABEST21, serta apa saja yang menjadi prasyarat dan tolok ukur kualitas yang diterapkan.

Keempat, budaya riset dan inovasi — SBM ITB secara aktif menjalankan penelitian dalam enam kelompok minat utama: Business Risk and Finance, Business Strategy and Marketing, Decision Making and Strategic Negotiation, Entrepreneurship and Technology Management, Operations and Performance Management, dan People and Knowledge Management. UNPRME Pengintegrasian riset ke dalam budaya akademik menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan Fakultas Kewirausahaan UNIGA.

Kelima, kemitraan industri dan internasional — SBM ITB dikenal memiliki jaringan kerja sama yang luas dengan dunia industri, pemerintah, dan institusi internasional, yang menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan berdampak.


Relevansi bagi Pengembangan FKWU UNIGA

Benchmarking ke SBM ITB bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah investasi pengetahuan yang akan menjadi bahan refleksi dan peta jalan (roadmap) bagi Fakultas Kewirausahaan UNIGA. Dengan memahami lebih dalam bagaimana sekolah bisnis kelas dunia beroperasi — mulai dari filosofi pendidikan, desain kurikulum, pengelolaan ekosistem kewirausahaan, hingga strategi akreditasi — FKWU UNIGA memiliki referensi yang kuat untuk melakukan peningkatan yang terukur dan terarah.

Jarak Garut ke Bandung memang hanya sepelemparan batu, namun spirit yang dibawa pulang dari SBM ITB jauh melampaui jarak geografis tersebut. Semangat untuk menjadi program studi kewirausahaan yang tidak hanya unggul di Jawa Barat, tetapi juga relevan dan kompetitif di tingkat nasional bahkan internasional, semakin menguat setelah menyaksikan langsung bagaimana SBM ITB membangun ekosistem yang melahirkan wirausahawan-wirausahawan berstandar dunia.