Akademik

Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut terdiri dari :

  1. Program Studi Kewirausahaan Jenjang S-1

Metode Pembelajaran :

Untuk mencapai pembelajaran yang efektif di Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut digunakan Strategi dan metode mengajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai dengan cara penempatan dosen untuk mata kuliah sesuai bidang keahlian dan profesinya. Hal ini dapat dilihat dari latar belakang pendidikan dan pengalaman dosen dalam mendalami substansi mata kuliah. Para dosen pengajar memberikan kuliah sesuai dengan RPS dan silabus yang relevan dengan aspek akademik  dan memiliki relevansi dengan keadaan yang terjadi dalam dunia nyata melalui penggunaan sebanyak mungkin contoh-contoh.

Komitmen para dosen terhadap jadwal waktu mengajar dan nilai ujian yang dicapai pada ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran efisien dan produktif seperti yang terlihat pada data akademik yang ada dan dimiliki program  kelak. Struktur dan rentang kegiatan mengajar dapat dilihat pada rincian mata kuliah yang diberikan pada tiap semester. Rentang kegiatan mengajar yang dilakukan oleh beberapa orang dosen mata kuliah merupakan stuktur mengajar yang didasarkan pada bentuk pendekatan kelompok.

Metode pembelajaran Program Studi Kewirausahaan Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut dilaksanakan di dalam dan di luar kelas dengan berbagai metode yang mengarah pada pemusatan siswa sebagai sumber belajar (student centered learning). Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yang tadinya berpusat pada dosen menjadi pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Melalui proses pembelajaran dengan keterlibatan aktif mahasiswa ini berarti dosen tidak mengambil hak anak untuk belajar dalam arti yang sesungguhnya. Dalam proses SCL, maka mahasiswa memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam, dan pada akhimya dapat meningkatkan mutu kualitas mahasiswa.

Pembelajaran yang inovatif dengan metode SCL memiliki keragaman model pembelajaran yang    yang   menuntut partisipasi aktif dari mahasiswa Metode-metode tersebut diantaranya adalah: (a). Berbagi informasi (Information Sharing) dengan cara: curah gagasan (brainstorming), kooperatif, kolaboratif, diskusi kdompok (group discussion), diskusi panel (panel discussion), simposium, dan seminar; (b). Belajar dari pengalaman (Experience Based) dengan cara simulasi, bermain peran (roleplay), permainan (game), dan kelompok temu; (c). Pembelajaran melalui Pemecahan Masalah (Problem Solving Based) dengan cara: Studi kasus, tutorial, dan lokakarya. Peran dosen dalam pembelajar berpusat pada mahasiswa bergeser dari semula menjadi pengajar (teacher) menjadi fasilitator. Fasilitator adalah orang yang memberikan fasilitasi. Dalam hal ini adalah memfasil tasi proses pembelajaran siswa. Dosen menjadi mitra pembelajaran yang berfungsi sebagai pendamping (guide on the side) bagi siswa. Adapun metode SCL yang akan diterapkan di Program Studi Kewirausahaan Universitas Garut adalah sebagai berikut :

  1. Metode Tatap Muka
  2. Metode Diskusi Kelas/Kelompok(small group discussion)
  3. Studi Kasus dan Latihan (Case Studies)
  4. Karya Mandiri (Project Based Learning)
  5. Collaborative Learning
  6. Problem Based Learning
  7. Metode Eksperimental
Suasana Ujian Akhir Business Project dengan Metode Project Based Learning
Suasana Ujian Akhir Business Project Mahasiswa Fakultas Kewirausahaan dengan Metode Project Based Learning